Showing posts with label Basa basi. Show all posts

Surat dari "Yang tak Dikenal"


Apakah kehidupan kita hanya seperti ketika kita mendapatkan sebuah surat misterius untuk memiliki sebuah tempat tinggal yang mewah disertai kecukupan akan kebutuhan sehari - hari yang pada saat itu keadaan kita sedang dalam kemelaratan dan kesengsaraan. Kita terima kesepakatan surat tadi dengan pengetahuan bahwa pemberi surat adalah seorang kaya raya yang tidak tahu asalnya dan ingin memberikan sebagian hartanya pada kita. Kita jalani kehidupan baru dirumah pemberian orang kaya itu dengan segala kecukupan akan makanan, kesehatan, rekening pribadi yang sangat susah bahkan tidak bisa dilacak seperti apakah pemberinya, asal usulnya, kita sebatas tahu dari surat itu bahwa dia adalah seorang kaya raya tanpa tau apa sebab ia memberikan hartanya kepada kita, apa tujuannya memberikan hartanya kepada kita. Kita tidak merasa melakukan sesuatu kebaikan yang muluk – muluk sehingga tak pantas rasanya mendapatkan semua ini. Kita hanya menjalani kehidupan sehari-hari seperti layaknya manusia lainnya. 





Kita juga sempat berpikir apakah nanti setelah kita menerima semua pemberian ini ada apa-apa dibelakangnya yang menyengsarakan kita. Kita jelas akan lebih memilih kehidupan yang layak ini walaupun misterius dari pada kembali ke jalanan, tidur  di temani genangan air dan suara motor yang lalu lalang di depan kita, walaupun dipenuhi dengan rasa penasaran. Ya, semua bersumber dari sebuah surat. Disana juga disebutkan bahwa kita harus memindahkan pot bonsai mengelilingi rumah ke kanan, sehari satu langkah untuk dapat menikmati semua kemewahan itu, tetapi ketika kita lupa beberapa hari tidak memindahkan pot itu, tidak terjadi apa- apa. Kita masih mendapatkan kiriman makanan tiap hari, pakaian tiap bulan, uang rekening yang terus bertambah. Jelas tidak mungkin mencoba mengulangi kelalaian kita memindahkan pot, hanya sekedar membuktikan rasa penasaran kita lalu mengorbankan kemewahan yang tidak akan mungkin kita dapatkan ini. Sulit rasanya  membantah sesuatu yang berakibat pada hilangnya hal lain yang lebih besar. Sudah bertahun tahun kita jalani kemewahan ini tanpa tahu lebih jelasnya pertanyaan itu semua. Mungkin itu disebabkan kemahiran dan kecanggihan orang kaya itu  dalam menyembunyikan identitasnya ataukah keodohan kita dalam  mengungkap maksud dari semua ini. Kita masih ragu dengan masa depan kita. Tak ada bukti banyak untuk ini. Kita nikmti saja kemewahan ini. Atau … , kita keluar dari ketidakjelasan ini.

Revelasi dan Dualisme Ketuhanan (Creator and Creation / Master and Slave)



 Dualistic God 

1.       Ada suatu sistem berisi entitas – entitas dengan aturan berupa kausalitas hubungan entitas – entitas yang ada dalam sistem.

2.      Sebuah entitas dapat melakukan hubungan kausal dengan entitas – entitas lain.

3.      Suatu entitas asing (Tuhan) berada diluar sistem, artinya : tidak melakukan hubungan kausal dengan entitas – entitas ciptaan kecuali dengan Revelasi.

4.  Revelasi adalah “aturan tambahan” (yang mungkin ketinggalan saat menciptakan) yang dititipkan melalui sebuah hubungan dengan ”sebuah (1) entitas pilihan”  dan harus disebarkan kepada entitas – entitas lain.

5.      Aturan – aturan dalam revelasi itu berisi :

I.       Entitas – entitas, hubungan kausalitas dan sistem mempunyai awal atau diciptakan.

II.    Sistem akan berakhir dan diganti dengan sistem baru dengan aturan kausal baru namun dengan entitas yang sama.

III. Pencipta sistem adalah Tuhan yang menguasai semua Entitas – entitas, hubungan kausalitas dan sistem.

IV.  Entitas – entitas dapat berhubungan kausal dengan Tuhan dengan “hubungan kausal khusus”.

V.     Maksud entitas – entitas ada dalam sistem adalah untuk “berhubungan kausal khusus” dengan Tuhan dan “berhubungan kausal khusus ” dengan entitas – entitas lain (ethics).

VI.  Ada hubungan yang benar (diperintahkan, dibolehkan) dan salah (dilarang), baik dan buruk.

6.      Setiap entitas mempunyai nalar (pengalaman aturan kausal tersimpan) dan kehendak memilih atas hubungan kausal.

7.  Ketika sepasang atau sekelompok entitas berhubungan kausal maka hubungan kausal berikutnya dipengaruhi juga oleh nalar dan kehendak tiap entitas dengan nalar bergantg kepada berapa banyak hubungan kausal yang pernah dialami dan tersimpan.

8.      Ketika entitas – entitas bertemu dengan sebuah (1) entitas pilihan, lalu sebuah (1) entitas pilihan menyampaikan revelasi maka … ?




a.      Keanehan, ketidak efektivan sebuah hubungan revelasi.

b.      Mengapa hubungan itu terjadi secara jelas pada seseorang tapi tidak pada buuuaaanyak orang lainnya. Revelator banyak berbicara pada sebuah revelan tapi tidak pada yang lain.

c.       Hasil hubungan yang berupa aturan : mempercayai hubungan aneh tsb, menyepakati apa yang di dalam hub aneh tsb. Bagaimana dengan manusia2 ygtak sepakat/percaya apa aturan tsb bisa melaksanakan tugasnya di suatu sistem beragam ketaatan.

d.      Sebuah aturan pada suatu sistem harus disepakati oleh komponen2/ orang2 dlm sistem. Pilihan menyepakati tidaknya ditentukan oleh nalar mereka. ___ Bagaimana dengan aturan berisi buuuaaanyak poin ? ____ Semakin buuuuaaanyak poin dalam aturan semakin mungkin terjadi ketidak sepakatan pada aturan yang menyebabkan chaos pada sistem jika semakin banyak yang tidak menaati sebuah aturan pd sistem.

e.      Seberapa ampuhnya aturan itu sehingga menganggap manusia tidak bisa mengkonstruksi aturan2 secara kesepakatan dengan mempertimbangkan beberapa prinsip dan aspek fundamental seperti mungkin kelestarian (harmoni) hubungan entitas – sistem, atau prinsip lainnya.
f.         

Kemunculan dari sebuah Kesederhanaan

Dalam beberapa penggunaan,kesederhanaan dapat digunakan untuk menyiratkan keindahan, kemurnian atau kejelasan. Kesederhanaan juga dapat digunakan dalam konotasi negatif untuk menunjukkan defisit atau kekurangan nuansa atau kompleksitas dari suatu hal, relatif terhadap apa yang seharusnya diperlukan. Konsep kesederhanaan telah terkait dengan kebenaran dalam bidang epistemologi.


Menurut pisau cukur Occam, diantara berbagai teori yang berkaitan atas suatu hal, teori yang paling sederhanalah yang paling mungkin untuk menjadi kebenaranArah budaya manusia juga berubah semakin mendekati kesederhanaan yang menyatu baik dari segi pola berpikir, kebudayaan global, sampai dengan spiritualitas dan agama. 




"Emergence" sering dikaitkan dengan kompleksitas. Kemunculan menunjukkan sifat baru yang timbul dari sebuah kesatuan beberapa entitas dimana sifat tersebut tidak akan muncul jika entitas-entitas yang ada tidak menyatu atau melakukan sebuah interaksi. 




"Emergence" dan "Simplicity" sekilas berlawanan jika ditinjau dalam hal kuantitas. Kesederhanaan mereduksi suatu pola hingga mencapai titik yang paling minimal sedangkan "Emergence" membutuhkan konstruksi dari berbagai entitas mencapai arah maksimal sehingga semakin bervariasi dan banyak entitas yang ada semakin kokoh sifat timbul yang dihasikan.



Namun demikian frasa "Emergence of Simplicity" memberikan pengertian yang baru jika dibandingkan saat dalam keadaan terpisah. EoS mereduksi segala hal menjadi sesuatu yang singular sehingga lebih mudah dipahami, kompak, dan memiliki tingkat estetika tertinggi, tetapi dapat merangkum segala hal di dalam realitas. 

- Copyright © qoscious traces - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -